Monday, September 25, 2017

Ingin Doa Cepat Dikabulkan? Anda Lakukan Dulu Hal Ini Kepada Allah


Di antara adab berdoa yang diajarkan dalam hadits kali ini adalah, sanjung Allah lebih dahulu, lalu berdoa.

Dilansir islamidia, Senin 25 September 2017, Kitab Al-Adzkar Riyadhus Sholihin, Bab Keutamaan Dzikir dan Dorongan untuk Berdzikir, (hadits no. 1414) Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ada seorang Arab Badui menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Ajarkanlah padaku suatu kalimat yang aku bisa mengucapkannya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

(( قُلْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، اللهُ أكْبَرُ كَبِيراً ، وَالحَمْدُ للهِ كَثيراً ، وَسُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَالِمينَ ، وَلاَ حَولَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَزِيزِ الحَكِيمِ )) قَالَ : فهؤُلاءِ لِرَبِّي ، فَمَا لِي ؟ قَالَ : (( قُلْ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي ، وَارْزُقْنِي ))

Ucapkanlah: LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, ALLAHU AKBAR KABIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIROO, WA SUBHANALLAHI ROBBIL ‘ALAMIN, WA LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘AZIZIL HAKIM

(Artinya: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah yang banyak, Maha Suci Allah Rabb semesta alam, serta tidak ada daya dan upaya kecuali bersama Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana).”

Orang Arab Badui itu berkata, “Itu semua untuk Rabbku, lalu manakah untukku?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: ALLAHUMMAGHFIR LII WARHAMNII WAHDINII WARZUQNII (Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku hidayah).” (HR. Muslim, no. 2696)

Penjelasan:

1. Hadits ini menunjukkan perintah untuk berdzikir dengan menyebut bacaan tahlil (Laa ilaha illallah), takbir (Allahu akbar), tahmid (Alhamdulillah), dan tasbih (Subhanallah).

2. Disunnahkan untuk berdzikir dan menyanjung Allah sebelum doa. Karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan Arab Badui tersebut sanjungan pada Allah dahulu sebelum doa. Ini yang disebut at-takhliyyah qabla at-tahliyyah, membersihkan dahulu sebelum menghiasi dan mengisi.

3. Hendaknya setiap hamba semangat untuk mempelajari hal yang bermanfaat baginya untuk dunia dan akhiratnya.

4. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu penyayang pada umatnya karena mengajarkan hal yang manfaat dan kebaikan bagi mereka.

5. Arti laa hawla wa laa quwwata illa billah, sebagaimana kata Ibnu Mas’ud, “Laa hawla berarti tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindungan Allah. Wa laa quwwata berarti tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.” (Syarh Shahih Muslim, 17:26-27).*
close

Ikuti Kami

Terkini

Rasulullah Saw Tidak Mengakui Umatnya yang Berkawan dengan Penguasa Zalim

Saya heran mengapa hadits ini jarang dibahas, atau hampir-hampir tak terdengar. Ataukah mungkin kita yang lalai? Rasulullah ﷺ bersabda; ...

Khazanah Islam

Total Pageviews