Mohammad Natsir, Sang Negarawan

Indonesia pernah punya Menteri dengan jas bertambal, dan hanya punya kemeja kerja dua stel. Ialah sang pengaju Mosi Integral : M Natsir. Dukung produksi filmnya

Siapakah Mohammad Natsir? 
Mohamad Natsir adalah seorang pahlawan nasional yang jasanya luar biasa bagi bangsa Indonesia. Mendengar namanya, orang pasti akan terkenang dengan segala kesantunan, kesederhanaan, keluhuran, dan kecintaannya terhadap umat dan bangsa ini. Natsir adalah seorang negarawan yang jujur, pendidik yang gigih, dan da’i yang teguh di jalan dakwah.

Santun, Sederhana dan Berintegritas

Saat Natsir menjabat sebagai Menteri Penerangan, George McTurnan Kahin, Guru Besar Cornell University, terperangah ketika berkunjung dan melihat sang menteri memakai jas bertambal. Pakaiannya ini benar-benar tidak menunjukkan dia sebagai seorang menteri. Belakangan juga Kahin mengetahui bahwa Natsir hanya memiliki kemeja kerja dua stel yang sudah tidak terlalu bagus, hingga akhirnya para pegawai Departemen Penerangan yang dipimpinnya itu patungan membeli beberapa pakaian yang pantas untuk Natsir agar terlihat sebagai menteri ‘beneran’.

Natsir adalah Menteri Penerangan yang mumpuni dan dipercaya. Hampir tidak ada pidato setiap peringatan 17 Agustus yang dibaca oleh Presiden Soekarno, dibuat tanpa persetujuan Natsir.

Mosi Integral

Pada 3 April 1950, Natsir mengajukan Mosi Integral yang kemudian dikenal dengan Mosi Integral Natsir di parlemen Republik Indonesia Serikat (RIS), yaitu ajakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam sidang pleno parlemen RIS. Ketika mosi yang diajukan Natsir memenangi suara mayoritas parlemen, Soekarno tanpa ragu menunjuk Natsir untuk memimpin kabinet sebagai Perdana Menteri.

Kedudukan Natsir sebagai Perdana Menteri ini membawa keluarganya pindah ke rumah dinas yang mewah, dengan kendaraan dan supir pribadi, serta pelayan yang siap membantu 24 jam.Tapi Ummi, istri Natsir, tetap tegas dan meneruskan kebiasaan anak-anaknya untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Pada 26 April 1951, karena sudah tidak didukung oleh parlemen, akhirnya Natsir mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri. Diantar oleh sopir pribadinya Natsir menuju Istana Presiden untuk mengembalikan mandat sebagai Perdana Menteri kepada Soekarno sekaligus mengembalikan mobil dinasnya.

Mengapa Natsir difilmkan?

Melihat fenomena bangsa Indonesia saat ini yang sedang dilanda krisis kepemimpinan, maka pembuatan filmyang menghadirkan tokoh seperti M. Natsir menjadi relevan untuk mengingatkan bahwa bangsa ini pernah memiliki seorang negarawan yang santun dan sederhana dan patut dicontoh oleh para pemimpin bangsa saat ini dan juga para generasi penerus.

Kapan film ini akan diproduksi?

Kegiatan pembuatan film ini dimulai dengan Pra-Produksi pada Januari dan Februari 2016, yang dilanjutkan dengan proses Produksi pada Maret sampai Mei 2016 dan Pasca Produksi di bulan Juni dan Juli 2016, serta dilakukan peluncurannya pada bulan Agustus 2016.

Film ini diorganisasikan oleh Yayasan Capita Selecta, sebuah yayasan yang didirikan oleh keluarga M. Natsir dan disutradarai oleh Andi Bachtiar Yusuf, seorang sutradara muda yang salah satu filmnya meraih penghargaan Piala Citra untuk kategori Best Movie Festival Film Indonesia (FFI) 2008 di Bandung. Penulis skenario film ini adalah Swastika Nohara, yang produktif menulis termasuk untuk skenario film Tiga Srikandi (2015).


Hasil galang dana secara crowdfunding akan digunakan untuk menutup biaya pra produksi yang mencakup riset dan pengembangan konsep. Proses ini sangat penting sebagai langkah awal dari pembuatan film layar lebar Pak Natsir. 
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Anda boleh berkomentar sesuai dengan tema artikel di atas. Lain dari itu, komentar Anda tidak akan dipublikasikan. Terimakasih.

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel